UNTAG BANYUWANGI TEKEN MOU DENGAN NATIONAL PINGTUNG UNIVERSITY TAIWAN

image

UNTAG BANYUWANGI TEKEN MOU DENGAN NATIONAL PINGTUNG UNIVERSITY TAIWAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIK pti 13/12/2018

Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi kembali kembangkan kerjasama internasional. Kali ini dengan National Pingtung University Taiwan (NPTU) pada 8 – 13 Desember 2018 di Taiwan. Delegasi Untag Banyuwangi diwakili oleh rektor, Drs. Andang Subaharianto, M.Hum, Dekan FKIP Dra. Triana Kartika Santi, M.H., M.Pd., dan wakil dekan FKIP Adita Taufik Widianto, S.Pd., M.Pd. Ketiganya melakukan perjalanan cukup panjang dari Banyuwangi yang kemudian harus terbang ke Singapore lalu lanjut ke Kaohsiung Taiwan. Dari Kaohsiung masih melanjutkan perjalanan sekitar 45 menit ke kota Pingtung. Kota ini berada paling selatan di Taiwan.

Di Taiwan Untag Banyuwangi tidak sendiri. Ada berbagai kampus dunia yang juga turut hadir untuk melakukan penandatanganan MoU seperti dari Jepang, Amerika Serikat, Korea, Rusia, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina. Rektor Untag Drs. Andang Subaharianto, M.Hum menjelaskan bahwa “meski umumnya Taiwan hanya yang dikenal sebagai tujuan Tenaga Kerja Indonesia, namun rupanya memiliki sistim pendidikan yang bagus. Kampusnya besar – besar. Kotanya bersih. Akan sangat banyak keuntungan jika Untag Banyuwangi diberi kesempatan bekerja sama dengan Universitas di Taiwan., tandasnya”

National Pingtung University merupakan salah universitas negeri di Taiwan yang berada pada paling selatan di wilayah Taiwan. Di negara ini untuk membedakan mana kampus negeri dan swasta tidaklah sulit. Jika ada kata national di depan nama universitasnya, maka sudah bisa dipastikan kampus itu merupakan universitas negeri. Kampus ini merupakan gabungan antara education dan economic college. Sehingga gedung kampusnya ada di beberapa tempat. Mahasiswanya juga tidak hanya dari Taiwan, melainkan dari banyak negara lain. Bahkan juga banyak nampak mahasiswa asing dari afrika, eropa, dan amerika yang terlihat lalu lalang di sekitar kampus yang setelah ditanya rupanya sedang mengikuti student exchange disini.

Selain penandatanganan kerjasama, para peserta yang hadir diajak untuk memahami kebudayaan Taiwan dengan berkeliling beberapa tempat. Pertama adalah Fo Guang Shan Buddha Museum. Para undangan diajak  memahami pengaruh Buddha pada kehidupan mereka dengan melihat berbagai peninggalan Buddha, berkeliling ke tempat ibadah, dan melakukan meditasi. Juga ke Taiwan Indigenous Peoples Cultural Park untuk menunjukan bahwa suku asli awal di Taiwan memiliki banyak kesamaan ciri fisik dengan orang Indonesia. Prof. Mike Y. K. Guu, Presiden National Pingtung University menjelaskan bahwa hal ini dilakukan sebagai upaya untuk memahamkan pada masyarakat dunia tentang bagaimana sebenarnya kehidupan Taiwan. Dan kehadiran Untag Banyuwangi juga menjadi bagian penting bagi kami karena selama ini pemahaman yang berusaha kami bangun selalu ke eropa dan amerika. Sedangkan pemahaman kami atas asia tenggara tidak terlalu baik. Semoga nanti kita bisa berkunjung ke Banyuwangi, tuturnya.

Pada kegiatan ini, juga banyak terjadi interaksi antar universitas yang terjadi. Selain dengan City tour, Pihak NPTU memfasilitasi para pimpinan universitas yang hadir untuk saling berinteraksi dalam kegiatan gala dinner. Para pimpinan universitas yang hadir banyak bertukar pikiran, pengalaman, dan gagasan satu sama lain.

Adita Taufik W, S.Pd., M.Pd, Wakil Dekan Bidang Kerjasama FKIP Untag menjelaskan bahwa pada rangkaian yang ada kita banyak berdiskusi dengan para pimpinan universitas yang hadir. Tidak hanya dengan NPTU tapi juga semua delegasi  yang hadir. Setelah kita jelaskan, mereka banyak yang tertarik dengan Indonesia khususnya Banyuwangi. Terutama yang berasal dari Rusia dan Amerika Serikat. Mereka juga menjelaskan juga ingin mendapat murid dari indonesia. Kita menjadi menarik karena punya budaya yang kuat yang sulit dijumpai dalam warisan peradaban yang lain. Mereka juga sangat terbuka manakala kita bisa kirimkan mahasiswa kita untuk kuliah maupun sekedar student exchange di tempat mereka.

Prof  Yang Jyh Ying Dekan Education Faculty juga berharap FKIP Untag Bisa kirimkan mahasiswa ke NPTU untuk mendapat pengalaman pendidikan di Taiwan. “Kita akan siapkan mahasiwa FKIP yang potensial untuk bisa dikirimkan ke Taiwan dalam bentuk praktik mengajar maupun student exchange. Kita sudah berkoordinasi dengan beberapa pejabat di NPTU yang pada dasarnya mereka sangat terbuka dengan berbagai bentuk usulan aktivitas bersama. Selain itu mungkin tahun depan, melalui konsorsium ini kita akan coba inisisasi sebuah kegiatan seperti cultural camp maupun student exchange di Banyuwangi dimana pesertanya adalah mahasiswa dari kampus yang hadir pada pertemuan ini. Tandasnya


Ingin bergabung dengan kami, segera lakukan pendaftaran !