FAKULTAS KIP UNTAG BANYUWANGI JAJAKI KERJASAMA INTERNASIONAL DI THAILAND

image

FAKULTAS KIP UNTAG BANYUWANGI JAJAKI KERJASAMA INTERNASIONAL DI THAILAND

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIK pti 17/08/2018

Visi Global kampus merah putih Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Banyuwangi semakin kokoh. Hal ini dibuktikan dengan lawatan penjajakan kerjasama Internasional yang dilakukan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) di Thailand pada 14 – 18 Agustus lalu. Pada kunjungan ini dekan didampingi oleh wakil dekan bidang kerjasama dan wakil dekan bidang akademik. Ada dua universitas sekaligus yang dikunjungi. Keduanya berada di Thailand selatan di Dua Wilayah yang berbeda. Yakni Fatoni University yang berada di Pattani dan Yala Rajabhat University di Yala. Keduanya merupakan universitas yang cukup memiliki pengaruh di Thailand Selatan.Rute perjalanan kesana ditempuh melalui transit beberapa kali, yakni Surabaya ke Kuala Lumpur, dan Kuala Lumpur ke Hat Yai. Dari Hat Yai kemudian dilanjutkan perjalanan darat selama dua jam ke Provinsi Pattani.

Kunjungan pertama adalah ke Fatoni University (FTU). Kampus ini merupakan universitas yang memiliki sistem pendidikan islam. Serupa dengan UIN jika di Indonesia. Rektor  nampak selalu shalat berjamaah di masjid dan mudah untuk ditemui. Meski demikian ada pula jurusan non keagamaan disana seperti bahasa inggris, administrasi publik, hingga administrasi bisnis. Mahasiswanya tidak hanya dari dalam negeri, melainkan pula negara tetangga seperti Malaysia, Kamboja, China, Myanmar, Brunei, hingga negara – negara Arab. Para pengajarnya pun juga ada yang berasal dari luar Thailand. Kunjungan ke Fatoni University diterima langsung oleh para Pejabat dari Fakultas Ilmu Pendidikan dan perwakilan rektorat. Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan  Fatoni University Prof. Dr. Muhamatsakree Manyunu menyampaikan bahwa sangat senang sekali bisa menerima tamu dari FKIP Untag Banyuwangi. Hal ini karena sesungguhnya sedang menerima saudara sendiri. “sebagai sesama melayu, sudah seharusnya bisa saling berinteraksi untuk menyambung persaudaraan sebagaimana nenek moyang kita” Tuturnya.

Kunjungan kedua adalah ke Yala Rajabhat University (YRU). Kampus ini merupakan universitas negeri yang awalnya merupakan education college yang sudah berdiri sejak tahun 1963. Hal ini membuat rating jurusan keguruan menjadi yang paling tinggi di YRU. Rupanya banyak kampus dari luar negeri termasuk indonesia yang mengirimkan mahasiswanya untuk kuliah satu semester bahkan untuk keperluan double degree disini. Kunjungan ke YRU dilakukan dengan saling presentasi profil masing – masing dan berdiskusi mengenai kemungkinan aktivitas bersama yang dapat dilakukan. Melalui Dr. Mohammad Tolan Kaemah, YRU menyampaikan bahwa sangat tertarik mendengar paparan dari FKIP Untag. “kami upayakan semoga segera bisa ada aktivitas bersama. Sebagai awal, mungkin dalam waktu dekat kita akan kirimkan setidaknya minimal 10 orang mahasiswa dan beberapa dosen  untuk berkunjung ke Untag Banyuwangi”, tandasnya.

Adita Taufik W, M.Pd, Wakil dekan bidang kerjasama FKIP Untag yang juga merupakan ketua tim kunjungan ke Thailand ini menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk  terjemahan dari visi universitas agar memiliki daya saing global. Adapun universitas yang dipilih memang sengaja dari Thailand Selatan. Alasannya adalah karena wilayah ini masih dominan muslim, kedua karena sebagian masyarakatnya  masih dapat berbahasa melayu meski dialegnya tidak semudah dimengerti layaknya orang malaysia, dan biaya hidupnya lebih terjangkau. Dengan demikian jika nanti kita mengirimkan mahasiswa kesini, culture shock-nya tidak terlalu berat. Selain itu posisinya yang tak jauh dari Malaysia juga memudahkan untuk proses pelaksanaan kegiatan dengan Universiti Sains Malaysia (USM) yang posisinya berada di Pulau Penang, 4 jam perjalanan darat dari Hat Yai Thailand yang saat ini rutin melakukan kegiatan bersama dengan FKIP Untag.

Melalui kerjasama ini kini FKIP Untag memiliki pilihan 3 Universitas Internasional yang bisa dijadikan mitra untuk kegiatan seperti pertukaran mahasiswa, join riset, hingga studi lanjut bagi mahasiswa. “Semoga tahun ini realisasi pengiriman mahasiswa keguruan di FKIP semakin banyak. Kini mereka tinggal pilih mau ke Thailand atau Malaysia” Paparnya.

Rektor Untag Banyuwangi, Drs. Andang Subaharianto, M.Hum Mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh pejabat struktural Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ini. Hal ini karena agar mahasiswa yang kuliah di Untag bisa memiliki pengalaman internasional yang tentu kelak akan berguna bagi mereka. “Kini semakin banyak pilihan negara yang bisa dijadikan tujuan aktivitas akademik bagi mahasiswa untag. Semoga dengan banyaknya kerjasama internasional ini kualitas lulusan untag semakin baik dan dipercaya oleh masyarakat,” tuturnya.

Ingin bergabung dengan kami, segera lakukan pendaftaran !