FKIP UNTAG BANYUWANGI GAGAS LEARNING COMMUNITY DI DESA KETAPANG

image

FKIP UNTAG BANYUWANGI GAGAS LEARNING COMMUNITY DI DESA KETAPANG

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN pti 12/04/2018

FKIP Untag Banyuwangi Gagas Learning Community  di Desa Ketapang

Tugas Perguruan Tinggi tidak hanya menghadirkan proses pembelajaran maupun memproduksi gagasan. Perguruan Tinggi juga punya tanggung jawab moral untuk menyelesaikan persoalan – persolan yang ada di masyarakat. Inilah kemudian yang dilakukan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Untag Banyuwangi. Fakultas yang berfokus mencetak guru profesional ini membuat program pengadian masyarakat dengan menggagas Learning Community di Desa Ketapang.

Adita Taufik W, M.Pd, Wakil Dekan III Bidang riset dan kerjasama FKIP untag menjelaskan bahwa gagasan ini muncul karena besarnya permintaan masyarakat Desa Ketapang untuk belajar berbagai hal. Desa ini memang dikenal cukup aktif dalam banyak  kegiatan. Hal ini dibuktikan dengan suksesnya program smart kampung di  desa ini. BUMDes-nya juga sukses. Dalam hal ini, salah satu kemampuan yang ingin dikuasai dengan baik adalah  bahasa inggris. Desa Ketapang memang ramai dengan wisatawan asing yang lalu lalang karena dekat dengan pelabuhan. Baik yang akan ke bali maupun sebaliknya. Dan tak jarang pula sebagian dari wisatawan tersebut memilih singgah di Ketapang untuk beristirahat atau melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi wisata di Banyuwangi.

Kebetulan FKIP memang memiliki jurusan bahasa inggris sehingga permintaan tersebut dengan cepat bisa ditindaklanjuti. Namun, ada yang sedikit berbeda dari pelaksanaan program ini. Jika biasanya program sejenis akan berhenti saat durasi pelaksanaan berakhir. Program ini dibuat dalam bentuk komunitas belajar (Learning Community). Artinya masyarakat juga diberi beban untuk tetap membuat program yang digagas tersebut tetap berjalan meski nantinya FKIP Untag tidak lagi mengawal. Sehingga dengan demikian, materi belajar bisa dikembangkan tidak hanya pada bahasa inggris, melainkan ke berbagai topik yang terkait dengan komptensi yang ada di FKIP. Ini nantinya akan menjadi bukti bahwa FKIP berupaya untuk dekat dengan masyarakat, tandasnya.

Kepala Desa Ketapang, Slamet Kasihono S.Ag sangat senang dengan diresponnya usulan masyarakat tersebut. Ia berupaya terus mendorong masyarakatnya untuk terus belajar. Dalam program ini, nantinya yang akan di prioritaskan adalah masyarakat dewasa dengan penghasilan rendah. Sehingga dengan begitu mungkin saja penghasilannya bisa meningkat karena memiliki kemampuan bahasa inggris, terangnya.

Untuk program peningkatan kemampuan bahasa inggris ini akan dilaksanakan selama tiga bulan dari Februari hingga Mei. Setiap minggunya para mentor yang terdiri dari dosen dan mahasiswa FKIP untag akan bergantian mengisi. Masyarakat sangat antusias dengan program ini. Hal ini terlihat dari seringnya jumlah pertemuan per minggunya dan jumlah warga yang hadir. Bahkan tak jarang, remaja – remaja yang awalnya tidak diprioritaskan untuk mengikuti program juga minta dizinkan ikut bergabung.

Ketua Tim Instruktur, Syaiful Anwar M.Pd Menjelaskan bahwa program berbasis komunitas ini sengaja dicoba untuk dikelola secara profesional. Jika biasanya program pengabdian masyarakat hanya dijalankan sebisanya, program ini diupayakan tidak demikian. Tim instruktur mempersiapkan desain pembelajaran dengan sangat terstruktur. Masyarakat yang ikut diberikan modul pembelajaran yang bisa dipelajari dirumah. Selain itu, desain materi sengaja dibuat dalam model english for tourism dengan fokus pada kemampuan speaking. Dengan demikian, hasil belajar dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat, tuturnya.

Program ini nantinya akan ditutup dengan ujian terstruktur yang akan dipandu langsung oleh para dosen FKIP Untag. Bagi peserta yang lulus tes, nantinya akan diberikan sertifikat kelulusan sebagai tanda bukti telah memiliki kompetensi dalam bahasa inggris.


Ingin bergabung dengan kami, segera lakukan pendaftaran !