UNIVERSITI SAINS MALAYSIA JALIN KERJASAMA DENGAN FAKULTAS KIP UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 BANYUWANGI

image

UNIVERSITI SAINS MALAYSIA JALIN KERJASAMA DENGAN FAKULTAS KIP UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 BANYUWANGI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN pti 21/03/2018

School of Educational Studies Universiti Sains Malaysia Jalin Kerjasama dengan  Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi kembali menguatkan visi universitasnya untuk menjadi perguruan tinggi berdaya global dengan menjalin kerjasama dengan School Educational Studies Universiti Sains Malaysia. Rombongan dosen dan mahasiswa hadir di Untag Banyuwangi dari tanggal 17 – 21 Maret 2018. Ada beberapa agenda yang dilakukan oleh kampus dari malaysia ini dengan FKIP Untag. Adapun agenda yang dilakukan antara lain perpanjangan kontrak kerjasama, pengiriman pertukaran mahasiswa (student exchange), dan mengisi kuliah umum. 

Adita Taufik Widianto, M.Pd, Wakil Dekan III bidang riset dan kerjasama FKIP menjelaskan, bahwa dahulu kontrak kerjasama hanya dua tahun, karena jalannya kerjasama cukup baik maka kali ini durasi kerjasama diperpanjang menjadi lima tahun. Ini menjadi bukti bahwa FKIP Untag dipercaya oleh universitas di luar negeri. Selain itu, mahasiswa malaysia yang datang ke Untag Banyuwangi akan melaksanakan praktik mengajar dalam format international teaching practicum (ITP) di Banyuwangi. Adapun sekolah yang ditempati adalah SMAN 1 Glagah dan SMAN 1 Giri. Pemilihan sekolah ini didasarkan pada lokasi dan kualitas sekolah. Kedua sekolah tersebut sudah terkenal memiliki reputasi yang baik dan lokasinya tidak jauh, baik dari untag maupun pusat kota banyuwangi. Seusai prosesi penandatanganan dokumen kerjasama (MoU dan MoA), para mahasiswa dan dosen dari USM diajak melakukan observasi ke sekolah lokasi ITP. Mereka akan melakukan praktik mengajar disana selama dua bulan.

Hari berikutnya, Dosen pengantar yang ikut, Associate Professor Norlida Ahmad menyampaikan kuliah umum dengan tema “Learning Strategies for Generation Z: Opportunities and Challenges”. Dihadapan ratusan peserta kuliah umum yang terdiri dari mahasiswa, guru – guru, dosen, dan pejabat undangan, beliau menjelaskan bahwa siswa hari ini sebenarnya sudah masuk sebagai generasi Z. Karakternya tidaklah sama dengan generasi X maupun milenial. Tentu cara memperlakukannya juga tak boleh sama. Meski rentang usia generasi ini masih banyak didiskusikan. Namun dari berbagai pandangan yang ada umumnya selalu menunjukkan bahwa Generation Z terlahir setelah tahun 1995. Internet menjadi satu hal yang tidak bisa ditinggalkan oleh Generation Z. Banyak dari keputusan, tindakan, maupun ide  dari generasi ini dipengaruhi oleh internet. Saat bangun pagi pun, handphone  akan menjadi hal yang pertama kali dilihat. Generasi ini juga memiliki kecakapan yang sangat baik pada berbagai aplikasi  gadget maupun komputer. Mereka mampu menciptakan banyak hal dari teknologi yang dikuasai. Teknologi menjadi bagian kehidupan mereka sehari – hari. Tentu untuk mendidik generasi ini tidak bisa menggunakan cara konvensional seperti zaman tahun 80-an. Guru maupun dosen harus sangat update dengan perkembangan teknologi. Tidak hanya itu, sebaiknya guru atau dosen juga memiliki kecakapan lebih baik daripada siswanya tentang teknologi yang ada, utamanya yang berkaitan dengan proses pembelajaran. Karena jika tidak demikian, bukan tidak mungkin siswanya malah lebih pintar dari gurunya. Karena Berkat kemajuan teknologi, mereka telah menjadi seorang pembelajar cepat (fast learner) dengan mengakses pengetahuan dari internet.

Dra. Triana K. Santi, M.H., M.Pd Dekan FKIP menjelaskan bahwa serangkaian kegiatan ini sangat penting bagi pengembangan mutu pendidikan di Untag Banyuwangi, utamanya FKIP. Melalui pergaulan internasional semacam ini, harapannya kelak mahasiswa untag siap menjadi manusia global. Bukan tidak mungkin, mereka nanti bisa lanjut studi maupun bekerja di luar negeri. Untuk untuk menuju hal itu perlu dimulai dari sekarang.

Associate Professor Norlida Ahmad menjelaskan bahwa, kunjungan ini bukanlah yang terakhir. Beberapa waktu yang akan datang masih akan ada dosen – dosen dari universiti sains malaysia yang akan berkunjung ke Banyuwangi untuk melakukan riset bersama (research collaboration) dengan dosen – dosen FKIP Untag Banyuwangi. Kita sangat senang sekali dapat diberi kesempatan untuk menjalin kerjasama dengan untag dan mengirim mahasiswa kami kesini, “tandasnya”. 


Ingin bergabung dengan kami, segera lakukan pendaftaran !